Dua Tuan Tampan
Ada emosi yang kompleks di matanya: keraguan, kesedihan, dan sedikit harapan.
"Baiklah, Arjuna," kata Bima akhirnya, suaranya pelan. "Saya akan mempertimbangkan tawaran Anda. Tapi saya punya syarat."
Arjuna mengangkat alis. "Apa syaratnya?"
"Saya ingin kebebasan penuh dalam mendesain pusat seni itu," Bima berkata, nadanya tegas. "Tidak ada campur tangan dari pihak mana pun. Dan saya ingin ada bagian khusus di sana yang didedikasikan untuk Arya. Sebuah galeri kecil yang menampilkan karyanya, dan kisah hidupnya."
Bab Populer