Dua Kakak Tiriku Yang Posesif
Pria tua itu membetulkan letak kacamata berbingkai emasnya sejenak, lalu menatap putra sulungnya, Christian, dengan seksama dari balik lensa yang jernih.
"Bagaimana, Christian? Apakah kau sudah menjalankan bagian dari rencana besar kita dengan baik hari ini?" tanya Arthur dengan suara baritonnya yang berat, sarat akan tekanan psikologis.
Christian menurunkan tangannya dari bibir, lalu mengangguk pelan dengan sisa kekesalan yang tertahan di tenggorokan.