PANGGUNG HEBOH
“Sedih kenapa?“
‘Duh kenapa masih nanya-nanya sih?‘ Apip membatin. Otaknya langsung berputar untuk menciptakan kebohongan kedua demi menutupi kebohongan pertama yang terlanjur dilontarkan.
“Itu gara-gara... binatang kesayangannya dapet musibah,“ Apip bicara secara asal saja.
“Saipul punya binatang kesayangan? Bener nih?“
“Bener.“
“Namanya?“
“Namanya anu.... Ipin dan Upin.“
“Musibah kenapa? Sakit, mati, ketabrak kendaraan, diambil orang, atau apa?“
Kemudian, Apip merangkai kebohongan berikut dan berikutnya lagi. Itu terpaksa dilakukan karena ia sudah terlanjur melontar kebohongan sejak awal. Apip saat itu seolah menjadi juru bicara Saipul.
Bab Populer