Cinta Satu Malam
Sial sekali, pria yang semalam menikmati tibuhku, meninggalkan bekas di leher, membuatku tidak bisa berkelit, tetapi aku tidak kehabisan ide, aku membiarkan mereka terus melakukan drama, belum waktunya aku membuka suara.
“Anak kurang ajar, beraninya kamu berbuat hal kotor di luaran sana?” ayah sudah bersiap menamparku, namun berhasil ku tangkis.
“Apa bedanya dengan ayah, bermain kotor dengan seorang pembantu, hingga menghasilkan seorang anak,” ku tepis tangan ayah.