Tiga Mayat Satu Takdir
Frekuensi halus itu—seperti pisau tak kasat mata—menembus sambungan kayu dan logam dengan suara retak kecil yang tajam, membuat boneka itu tersendat dan roboh dengan bunyi kayu patah yang keras, serpihan beterbangan ke lantai berdebu.
Tiba-tiba, **boneka raksasa** muncul dari kegelapan—tubuhnya besar, terbuat dari kayu tua yang berderit dan logam berkarat yang berdecit pelan, kapak besar di tangannya berkilau samar dengan noda karat tua, matanya merah menyala penuh ancaman seperti bara yang hidup di kegelapan. Langkahnya berat mengguncang lantai, setiap hentakan terasa seperti pukulan palu raksasa ke batu, kapaknya terangkat dengan suara gesekan logam yang menusuk telinga, siap menebas apa p
Hot Chapters