Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Fatma Boussetta

Fatma Boussetta

Sesekali dia melirik ke arah pintu ruang perawatan putrinya, dan tentu saja lagi-lagi Dokter Farouk memperhatikan gelagat Bibi Halima. "Hay Bibi," sapa pelayan kantin yang sejak sepekan terakhir ini mengenal wanita paruh baya itu. Dia adalah seorang pria kemayu yang terlihat cukup ramah. Apron yang dia kenakan sudah cukup menjelaskan, selain menjadi pelayan dia juga merangkap sebagai chef di tempat itu. Jari-jari lentik dengan warna kuku yang merah sudah cukup menunjukkan identitasnya.
1013.3K viewsCompletedAdded to Library 278 Times as boun noppanut
Show Reviews (50)
Read
+Library
Hudaibah
Baru part awal sudah merasa terbang ke latar yang dibangun sama penulis. Tidak perlu sulit meraba-raba latarnya. Pembaca seperti masuk ke dalam ruang 3 dimensi dan menyaksikan tiap adegan secara nyata. Kendalanya cuma beberapa kata yang salah ketik tapi masih bisa dimaklumi. Sangat direkomendasikan.
Fitria Sulaeman
Syukaaa... Syukaa sekali sama ceritanya Fatma Boussetta ini. Apalagi sama penulisnya. Yang selain cantik, baik hati pula. Hehe. Semua pemerannya juga, aku suka. Alurnya susah buat aku tebak. Bikin jadi penasaran, pengen baca terus dan terus... Pengen tahu kelanjutannya lagi dan lagi. semangat up kak
Read All Reviews
Satu Kali Lagi, Mas

Satu Kali Lagi, Mas

Dan berbicara dengan nada yang sangat manja—nada yang membuat Shanum sadar ada kedekatan yang melampaui hubungan mentor dan murid. “Lagi nunggu diperiksa ya, Mbak?” tanya wanita itu sembari merapikan kantong makanannya. Mata Shanum turun ke pangkuan wanita itu. Sebuah kantong plastik berlabel restoran Thailand terkenal. Dada Shanum berdenyut nyeri. Makanan favorit Prana. Dulu, Prana selalu bilang bahwa makanan Thailand yang kaya bumbu adalah 'obat' paling mujarab menghilangkan lelah.
1088.4K viewsOngoingAdded to Library 2.2K Times as boun noppanut
Read
+Library
SUSUK JAIPONG

SUSUK JAIPONG

"Iya, enggak ada efek samping yang ada cuma pantangan saja seperti jangan makan timun dan daun kelor, nanti khasiatnya pudar." "Kami baru tahu Teh." "Ha...ha...ha....ini mah ilmu turun temurun dari Nenek Moyang Neng, besok Kalian coba saja turun jaipongan bersama Kami, coba selendang siapa yang akan lebih awal di tarik oleh penonton." "Iya Teh." "Kita sih sudah terlanjur masuk ke dunia ini Neng, dunia hitam, kalau Kalian tanggung-tanggung dapat uangnya untuk apa?"
1010.0K viewsOngoingAdded to Library 309 Times as boun noppanut
Read
+Library
Godaan Berondong Nakal

Godaan Berondong Nakal

Saat dia melihat secarik kartu ucapan di atas lima keping cokelat silver queen kesukaannya. [Pagi mbakku sayang. Semoga hari kita seminggu ke depan menyenangkan. Aku akan meratukanmu di negeri orang. Percayalah ... dijadikan ban serep pun aku rela. By Kecapung jantan dengan inisial B yang sangat menggilaimu.] "Astaga ... Bram! Ish ... benar-benar bocah gendeng. Ya Allah ... apakah aku bisa menahan diri dari godaan berondong gila itu?" omelnya.
101.2K viewsOngoingAdded to Library 40 Times as boun noppanut
Read
+Library
Godaan Nakal Brondong Manis

Godaan Nakal Brondong Manis

Jason membalas. Caroline tidak memperdulikan ucapan Jason, dia asyik menyesap minumanya. Sesekali mennyuap potongan buritto. Di pintu, seorang lelaki mengamati Caroline. Ya lelaki itu Brian, dia masih penasaran dengan Caroline. Gadis cantik sensual yang cocok dengan tipe kesukaannya. Sayangnya gadis iti bersama pengawalnya, Brian tak jadi mendekat.
103.7K viewsOngoingAdded to Library 116 Times as boun noppanut
Read
+Library
Bukan Bunga Bakung

Bukan Bunga Bakung

ucap Retno mencoba melerai salah tingkah si cowok asing itu. Dan sang cowok asing itu kemudian sigap menyodorkan tangan dan mengenalkan diri, “saya Ranu. Ranujaya mba. Asli Pati, Jawa Tengah,” ucapnya ke arah Retno kemudian ke arah Diandra dan disambut dengan tertawa bersama.
881 viewsOn holdAdded to Library 24 Times as boun noppanut
Read
+Library
BANGKIT

BANGKIT

bisik Rabithah "Hei kelinci, gue denger apa yang Lo bisikan ke Aini." Rabithah tidak memperdulikan Reza dan Rama, ia menarik tangan Aini menuju kantin. Ketika mereka menuju kantin, Aini di hadang oleh junior mereka yang memberikan ucapan serta hadiah ulangtahun untuknya. "Terimakasih," ucap Aini kepada mereka semua. Mereka berdua melanjutkan tujuan mereka yaitu kantin. Aini memesan nasi goreng karena hari ini ia ulang tahun, sedangkan Rabithah memesan bakso kosong.
101.9K viewsOngoingAdded to Library 46 Times as boun noppanut
Read
+Library
BENALU

BENALU

Lagian saya ini nggak bawa handphone, juga nggak bawa uang sama sekali, Mas," ucapku lagi. "Aduh, Bu-Bu, ya pasti banyak lah, kan ibu tadi pesannya enam porsi soto komplit, dan ada delapan belas gorengan daging plus minuman dan kerupuk loh. Ini saya ada handphone silahkan di telepon anaknyaa." Pelayan itu kemudian memberikan handphonenya padaku, namun tak kuterima. Semua mata kini tertuju padaku, dan tentu saja saat itu aku amat malu.
30.7K viewsCompletedAdded to Library 1.2K Times as boun noppanut
Read
+Library
ZANNA

ZANNA

sahut semua siswa yang ada dikelas. Bu Tika mempersilakan Zanna duduk dengan gadis berambut pendek. Itu Fanna Abela, gadis bawel dan pintar kelas. "Kamu duduk dengan Fanna ya Zanna." suruh Bu Tika. Zanna melangkahkan kakinya, seorang gadis berambut hitam pekat melambaikan ke arahnya yang dia yakini itu adalah Fanna, teman sebangkunya. Zanna mencoba tersenyum ramah walau sebenernya dia sedikit canggung dengan suasana ini.
2.0K viewsOngoingAdded to Library 47 Times as boun noppanut
Read
+Library
PREV
12345
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status