Bukan Prioritas
Untuk ke-99 kalinya, pacarku salah menekan tombol lift hingga kami berhenti di lantai tempat sahabatku tinggal. Bukannya meminta maaf, dia malah menatapku dan bertanya dengan nada menyalahkan, "Kenapa kamu nggak ngingetin aku? Ah sudahlah. Mumpung sudah sampai sini, sekalian saja ganti bohlam di apartemen Winna."
Aku hanya terpaku sesaat sebelum memaksakan seulas senyum tipis.
Lagi-lagi kalimat itu. "Mumpung sudah sampai sini."
Sejak Winna Satriya pindah ke unit tepat di atas apartemenku setahun yang lalu, pacarku selalu saja "tak sengaja" menekan tombol lift ke lantai yang salah.
Kalau kami berencana menonton film, dia akan mampir dulu ke apartemen Winna sambil membawa dua gelas teh susu.