ENAK, PAK DOSEN!
Di tangannya, sebatang rokok yang perlahan terbakar menjadi abu, mencerminkan bagaimana hubungan mereka baru saja terbakar habis oleh ambisinya sendiri.
Di lantai bawah, Damar menghabiskan setengah batang rokok, asapnya mengepul perlahan.
Tiba-tiba, ponsel Damar yang ada di saku celana bergetar. Nama Profesor Bima terpampang di layar.
Damar segera meraih dan mengangkatnya, "Halo, Prof?"
"Halo, Damar. Bagaimana dengan beasiswa itu? Kamu sudah menerima email tersebut, 'kan?" Suara Profesor Bima terdengar cepat dan tegas, khas seorang atasan yang selalu mengejar target.
Hot Chapters