Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dicintai Ugal-ugalan Oleh Ayah Angkat Mantan Pacarku

Dicintai Ugal-ugalan Oleh Ayah Angkat Mantan Pacarku

Kelopak-kelopaknya yang lembut masih dipenuhi butiran air, sementara aromanya harum dan elegan. "Tolong buatkan satu buket," katanya. "Bungkus yang cantik."
105.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 184 kali sebagai buket make up
Baca
+Pustaka
Dalam Jerat Hangat Pelukan Suami Kakak Tiriku

Dalam Jerat Hangat Pelukan Suami Kakak Tiriku

Buket itu bukan berisi mawar, melainkan berisi berbagai macam sampel kemasan produk kosmetik dari bahan ramah lingkungan. ​Di tengahnya ada kartu kecil: "Untuk riset pasar Malaysia. Aku tahu kamu lebih suka sampel bahan daripada bunga layu. - Aster." ​Aruni tertawa melihatnya. James yang kebetulan sedang ada di sana untuk membahas kontrak Singapura hanya bisa mengangkat sebelah alisnya. ​"Wah, sainganku sepertinya mulai belajar taktik baru yang cukup cerdas," komentar James sambil menyilangkan tangan.
538 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 11 kali sebagai buket make up
Baca
+Pustaka
Pernikahan Dengan Sang Penguasa: Suamiku Bukan Petani Biasa

Pernikahan Dengan Sang Penguasa: Suamiku Bukan Petani Biasa

Buket bunga itu jelas bukan buket bunga yang murah. “Gue kira paket wallpaper gue yang dateng. Tahu-tahunya buket buat lo, Mel,” kata Lea dengan tatapan kagum setelah menghitung ada 99 mawar merah di buket indah itu. “Tuh orang kenapa ngeyel banget, sih?” geram Melati setelah membaca kartu ucapan di buket mawar merah itu. Lea terkekeh lalu bertanya, “Tuh orang siapa sih, Mel? Lo punya gebetan kok nggak bilang-bilang ama gue?”
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai buket make up
Baca
+Pustaka
Magang Jadi Istri CEO

Magang Jadi Istri CEO

Aku menatap tak percaya, “Mbak beneran tau maknanya?” “Lah, iya dong. Aku ini juga punya florist sendiri,” ujarnya tertawa kecil, lalu menyipitkan matanya penuh curiga. “Tapi ini bukan aku yang bikin, ya. Aku tau banget gaya tiap florist yang ada di daerah sini. Dan yang ini ... mahal,” jelasnya sedikit berbisik. Aku menatap bucket itu sekali lagi, lalu menggigit bibir bawahku menahan senyum.
109.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 184 kali sebagai buket make up
Baca
+Pustaka
Pembalasan Dendam Sang Pemeran Figuran

Pembalasan Dendam Sang Pemeran Figuran

Hujan musim gugur membuat banyak bunga osmanthus berguguran, begitu pula bunga krisan. Di jalan utama ibu kota, suasana ramai seperti biasa. Kakak beradik Ajeng dan Gita sudah lama berdiri di depan toko rias, menatap deretan bedak dan pemerah pipi yang tertata rapi di etalase. Setelah memilih cukup lama, akhirnya mereka menemukan bedak yang disukai, tetapi harganya sangat mahal.
9.7963.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36.6K kali sebagai buket make up
Tampilkan Ulasan (93)
Baca
+Pustaka
Rifda Nafisha
plisss lah thor up tiap hari banyakin yahhhh... bagus bgt critanya..seru banyak²in part luis & anggi biar yg baca giginya sampe garing cz nyengir² mulu. hehehe 2 hari ini maraton dari bab awal sampe 178 baru kelar smalem smpe koin jebol wkwkwkwk hari ini dtunggu ya upnya,, semangat thorrr & thankyou
irmayyunita20
Kalau aku di posisi Luis bakal cemburu banget sih. Bayangin aja ketika suami pergi kerja, istri malah berduaan menghabiskan waktu sama pria lain. padahal aku cewek lo, entah dianggap kakak/adik namanya beda darah ya tetep orang lain. Meskipun kasian banget sama Aska, kenapa Anggi ga mikirin Luis sih
Baca Semua Ulasan
Menikah dengan Miliarder Berskandal

Menikah dengan Miliarder Berskandal

Dia merasa lebih terbiasa begitu. Beverley hanya menahan senyumnya. “Kalau begitu aku akan membeli bunga untuk Michael.” Dia segera menarik Brent masuk ke toko itu untuk memilih bunga-bunga untuk rancangan buket. Karena tidak ingin Brent merasa iri, dia meminta seorang florist membuatkan dua buket sekaligus. Satu buket berisi bunga matahari, lily kuning, dan tulip. Sementara buket yang satunya berisi mawar merah. Keduanya sangat berbeda dan kontras.
9.9116.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.3K kali sebagai buket make up
Baca
+Pustaka
Istri Bayangan Milik Tuan Muda

Istri Bayangan Milik Tuan Muda

Buket bunga itu tampak sangat mencowok dan spesial karena dirangkai jauh lebih cantik daripada dua buket lainnya. "Untuk anak manisnya Papa," ujar Sakti begitu masuk ke dalam mobil. Seiring dengan mobil yang kembali melaju pergi, Sakti mencoba membantu Ginata menggenggam dan memeluk buket mawar berwarna kecil itu, sebelum kemudian ia pun beralih menatap Citra. "Dan ini untukmu. Bunga ini bisa kamu gunakan untuk ditaruh di atas pusara Argantara."
1032.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 738 kali sebagai buket make up
Baca
+Pustaka
Pernikahan Dadakan dengan CEO

Pernikahan Dadakan dengan CEO

“Satu buket bunga jelek begini harganya 400 ribu?” Rosalina menghadap ke adiknya. Dia mengenakan kacamata hitam yang besar, menutupi sedikit wajahnya. Pada saat menghadapi keraguan adiknya, dia tetap bersikap tenang dan berkata, “Buket ini dibuat sesuai dengan keinginanmu. Nggak peduli kamu beli di toko mana pun, tetap saja harganya segitu.” “Ya sudah, 400 ribu ya 400 ribu.”
9.55.5M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 158.1K kali sebagai buket make up
Tampilkan Ulasan (863)
Baca
+Pustaka
Mawar Merah
cerita ini alur ceritanya bagus,aq jg suka,tokoh dalam bacaan Olivea dan Stefen bkn penasaran,tapi sayang tdk biaa langsung baca,hrs beli koin,padahal gk tau caranya bagai manacaranya bisa baca tanpa hrs beli koin,smg apa yg kuhatapkan dikabulkan,jadi bisa baca ceritanya gak terputus bs sampai akhir
Sumarni Wati
ceritanya menarik sekali cuma harus beli koin terus mahal.. saya sudah habis lebih dari 1 juta belum selesai juga novelnya.. alangkah lebih baik jika konsumen dikasih reward yang lebih besar karena sudah setia mengikuti good novel. biar tambah banyak pelanggan setia nya... semangat penulis..good job
Baca Semua Ulasan
Perkataan Tetangga yang Kadang Ada Benarnya

Perkataan Tetangga yang Kadang Ada Benarnya

“Iya, Bu.” Umi pun menuntunku untuk duduk di meja rias. Ada berbagai alat make up di hadapanku. Hanya ada beberapa alat saja yang aku tahu seperti bedak, lipstik dan pencil alis, sedang yang lainnya aku tidak begitu paham. “Maaf ya, Mbak, saya buka jilbabnya,” pinta perias itu. “Iya, Mbak.” Aku mengiyakan karena hanya ada perias dan Umi saja di dalam kamar.
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 101 kali sebagai buket make up
Baca
+Pustaka
Dibuang Anak Dinikahi Pengusaha Jalan Tol

Dibuang Anak Dinikahi Pengusaha Jalan Tol

Bu Atika memberikan tas kain berwarna hitam padaku. “Apa ini?” Tanyaku sambil menerima. Bu Atika tersenyum. “Itu, make up punya saya. Masih bagus, saya nggak pakai lagi,” katanya. Aku melihat isi tas. Ada bedak, tabur dan padat. Lipstik banyak. Krim- krim, pensil alis, dan sebagainya. Semuanya dari merk ternama. “Saya punya banyak, Bu. Hobi belanja tapi, nggak dipakai alias lupa, hahaha.” Bu Atika tertawa. Aku ikut tersenyum lebar. Horang kaya, buang-buang duit, bebas.
1013.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 488 kali sebagai buket make up
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
9
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status