My Game Boyfriend
Tatapan mata Arthur mengamati sepanjang lorong rak buku, mencari tempat yang sepi di mana ia bisa kembali meletakkan tangannya di tubuh perempuan itu sesuka hatinya.
“Lebih baik kita langsung saja ke kamar mandi atau ke hotel sekalian kalau begitu,” ujar perempuan itu, lalu berjalan mendekati rak buku yang berisi cerita beraliran horor.
Alis Arthur terangkat tinggi mendengar usulan berani itu, dan suara siulan pelan terdengar dari bibirnya. Ia segera mengikuti langkah perempuan itu menuju bagian buku horor, sementara pikirannya sibuk memikirkan berbagai kemungkinan hal yang bisa mereka lakukan.