Pijatan Nikmat Sang CEO
Dengan suara yang jelas dan mantap, ia mulai membaca:
"Kepada Cinta yang Kutemukan di Antara Buku-Buku
Di antara rak-rak tua dan halaman yang menguning, Takdir menuntunku pada mata yang menyimpan rahasia. Kau, dengan novel klasik di tangan dan mimpi di mata, Tanpa sadar telah menarikku ke dalam ceritamu.
Kita mulai sebagai dua karakter terpisah, Masing-masing dengan plot dan konflik sendiri. Tapi halaman demi halaman, kita mulai berbagi, Hingga cerita kita tidak lagi bisa dipisahkan.