PENGGODA DI SEKOLAH ANAKKU
“Nggak. Cuma lagi mikir aja. Betapa hebatnya hidup ini. Ada orang yang sudah punya semuanya ... masih juga merasa kurang.”
“Maksud kamu apa, sih? Kamu cuma pingsan bukan gegar otak, kan?”
Aku menatapnya lurus. “Sepertinya Ibu senang, ya, kalau aku gegar otak?”
“Kamu sendiri bahas sesuatu yang aneh setelah sadar, Lis!” Ucapan ibu mertuaku mulai meninggi.
“Aku enggak gegar otak dan seperti yang tadi Ibu bilang, jadi orang itu harus tahu diri. Jadi sekarang aku sedang belajar tahu diri, Bu.”