Tumbal Purnama
Tiara, yang duduk di bangku belakang, menatap Arga dengan senyum kagum.
"Dia itu seperti es yang tak bisa mencair," gumam Tiara kepada teman sebangkunya, Nia.
Meski dikenal dingin, Arga punya tempat di mana ia bisa sedikit membuka dirinya—lapangan basket. Sebagai kapten tim, ia menunjukkan sisi lain yang penuh semangat. Setiap gerakannya di lapangan tampak sempurna, membuat tim lawan kesulitan menandinginya.
Bab Populer