Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
CEO Tampan itu Suami Baruku

CEO Tampan itu Suami Baruku

“Tidak usah pakai saya jika berbicara denganku!” “Oke!” “Untuk hari ini kau bisa mulai dengan mengantarkan minuman ke Shambara Global.” “Shambara Global?” Jessica menyipitkan matanya tidak percaya. “Kau tidak tahu? kupikir kau sudah melihat gedung raksasa mereka saat kesini.” “Ah. Gedung yang ada di depan sana?” lanjut Karen cepat. Bagaimana dia bisa melupakan gedung tinggi itu.
103.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 97 kali sebagai bus tami jaya
Baca
+Pustaka
CEO Tampan Itu Ayah Putraku

CEO Tampan Itu Ayah Putraku

kata Cindy Justin ingin sekali membantah ucapan Cindy dan menegaskan bahwa dirinya memang tidak berkeinginan untuk mencari seorang kekasih di negara yang terletak di Asia tenggara itu. Akan tetapi, sepertinya percuma saja karena Cindy memang berkeyakinan bahwa Justin bisa saja mendapatkan seorang jodoh di negara itu. Beberapa hari kemudian, hari di mana Justin akan berangkat ke negara itu, dia diantar oleh beberapa orang rekan kerjanya dan kemudian ketika dia masuk ke area pemberangkatan, dia berjalan sendirian sambil melihat sekelilingnya. Ini bukan yang pertama kalinya dia melakukan penerbangan internasional, tetapi ini adalah yang pertama kali dia pergi ke daerah di benua Asia.
1058.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai bus tami jaya
Baca
+Pustaka
Invitasi

Invitasi

Wanita ramah dan menyenangkan seperti Jovita Fabella, bagaimana mungkin bisa menjadi orang yang menyebalkan, pikir Tami. Sebenarnya saat itu Tami telah bekerja sebagai pegawai magang di sebuah perusahaan swasta kelas menengah. Tami memutuskan berhenti dan menawarkan diri bekerja pada Jovita bukan hanya karena perasaan utang budinya, tapi jauh di lubuk hatinya ia ingin membuktikan bahwa pandangannya terhadap Jovita benar. Bahwa orang-orang yang menyerang Jovita hanya salah paham.
9.910.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 279 kali sebagai bus tami jaya
Baca
+Pustaka
Balada Duda - Janda

Balada Duda - Janda

Gadis itu tidak lagi bisa menyembunyikan perasaan kagumnya pada Tama. "Tam ...," panggil Bayu. "Mas kesana dulu, ya," kata Tama lalu pergi menghampiri timnya yang sedang ber-euforia atas kemenangannya. "Katanya sih adik tiri, cuma kok aku curiga main belakang," celetuk Laura teman Casey yang sengaja berjalan di depan Kayma dan Hesti. "Mungkin adik tirinya bisa di coba," ujar Sari mencoba memanas-manasi.
1068.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai bus tami jaya
Tampilkan Ulasan (37)
Baca
+Pustaka
Anies
tiap kali part di Novel kak chida udah berada di angka 100 lebih, pasti di bikin deg²an takut tiba² ada kata end.. apa lagi semua tokoh udah bahagia dengan manisnya.. tapi semoga semua ini tidak cepat berlalu lah.. masih sayang banget sama keluarga masRe dan Rubi
Chida
Terimakasih untuk kebersamaan kita .... Seperti janji Chida, Chida memberikan Giveaway untuk beberapa pembaca yang beruntung dan mungkin saja itu kalian. Pantengin terus IG story Chida untuk tau siapa saja pembaca yang beruntung mendapatkan GA dari aku.... Salam Sayang buat kalian semua Chida
Baca Semua Ulasan
JIN PENGHUNI RUMAH KOSONG LEBIH PERKASA DARI SUAMIKU

JIN PENGHUNI RUMAH KOSONG LEBIH PERKASA DARI SUAMIKU

celetuk Gito sambil meraba tengkuk dan kedua lengan. “Gak mungkin bosan. Aku pulang dulu Mas, Dinda. Assalammu'alaikum,” ucap Tami sambil menaiki motor matiknya. “W*'alaikumussalam. Hati-hati,” balas Dinda bebarengan dengan Gito. Motor Tami pun berlalu ke arah jalan lalu berbaur dengan pengendara lain. •••¤•°•¤•••¤•°•¤•••
1074.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.3K kali sebagai bus tami jaya
Baca
+Pustaka
Gadis Incaran Bule CEO Tampan

Gadis Incaran Bule CEO Tampan

Jakarta dan BNC Furniture bagai sebuah lembaran baru baginya. “Tanisha, kamu baru sampai?” Baru juga mendudukkan bokongnya di kursi, suara cempreng itu sudah menyapa Tanisha. Seorang pria bertubuh tinggi, kurus –lebih ke ceking— berjalan menghampiri kubikelnya. “Iya, Pak Ken. Saya baru banget sampai.” Tanisha menjawab dengan sopan. Pria itu adalah manajer divisinya. Kennedy Valery. Mahluk paling unik yang pernah Tanisha lihat.
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai bus tami jaya
Baca
+Pustaka
CEO Buaya Darat

CEO Buaya Darat

"Sekarang kamu lebih baik saya manfaatkan untuk mendapatkan tender proyek yang saya impikan sejak dulu! Kamu tenang saja! Ini tidak akan gratis! Kamu juga pasti akan dapat tip besar dari orang yang akan meniduri kamu sebentar lagi!" Tiba-tiba HP Indra berbunyi. Indra segera menerimanya. "Halo, ya saya sudah siapkan barangnya. Saya sudah baringkan di apartemen saya! Saya akan ke lobi untuk menjemput anda sekarang!" Indra keluar dari apartemen dan menjemput seseorang di lobi yang tak lain adalah rekan bisnisnya. Seorang pria keturunan Arab yang bernama Mr. Baba.
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai bus tami jaya
Baca
+Pustaka
My Posessive Boyfriend [Indonesia]

My Posessive Boyfriend [Indonesia]

Tara malah membalas dengan tatapan mencemooh. "Mbak! Naik apa enggak ini? Ditungguin dari tadi, juga." Supir bus berteriak dengan nada kesal kepada Tara. Kontan gadis itu mengangguk dan hendak masuk, sebelum Jaymie malah mengatakan tidak kepada supir bus dan menyeret gadis itu kembali duduk di halte. "Gue udah nelepon cowok lo tadi," ucapnya menjelaskan.
107.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 178 kali sebagai bus tami jaya
Baca
+Pustaka
Kencan Buta CEO Tampan

Kencan Buta CEO Tampan

“Zayn! Turun!” Pohon jambunya tidak tinggi, banyak batang yang bisa membuat anaknya bisa manjat seperti ini. “Papa,” Zayn malah tidak mau turun. Tapi Juan mendekat. “Mas ayo turun! Nanti jatuh lho.”
3.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 124 kali sebagai bus tami jaya
Baca
+Pustaka
Tumbal Purnama

Tumbal Purnama

Tiara, yang duduk di bangku belakang, menatap Arga dengan senyum kagum. "Dia itu seperti es yang tak bisa mencair," gumam Tiara kepada teman sebangkunya, Nia. Meski dikenal dingin, Arga punya tempat di mana ia bisa sedikit membuka dirinya—lapangan basket. Sebagai kapten tim, ia menunjukkan sisi lain yang penuh semangat. Setiap gerakannya di lapangan tampak sempurna, membuat tim lawan kesulitan menandinginya.
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai bus tami jaya
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status