Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
The CEO's Baby Project

The CEO's Baby Project

Napas Carson semakin berat, namun dia tidak berhenti. Merasa usahanya masih tidak membuahkan hasil, Carson merasa bahwa dia tidak memiliki pilihan lain selain memberikan napas buatan untuknya. Sambil mencoba mengatur napasnya, Carson lantas mendekatkan wajahnya, dan memberikan napas buatan melalui mulutnya. Setelah beberapa saat yang terasa begitu panjang, wanita itu akhirnya terbatuk. Air keluar dari mulutnya, dan napasnya kembali, meskipun masih tersengal-sengal.
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai cacing bernapas melalui
Baca
+Pustaka
Dokter Tampan Pemikat Wanita

Dokter Tampan Pemikat Wanita

“Ventilatornya tolong, Nan. Tabung oksigen.” Nanda langsung memasang selang pernapasan lengkap dengan maskernya. Sedangkan aku beralih meraba lekuk di bawah tenggorokan, mencari saluran napasnya menggunakan dua jari sambil mendengarkan tiap embusan. Terdengar lambat. Sesekali menghilang. Tekanan pada tulang rusuk di dada kirinya lebih masuk meski terlihat menebal karena cairan di bawah kulitnya. Seperti bengkak.
1015.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 616 kali sebagai cacing bernapas melalui
Baca
+Pustaka
Home

Home

"Mas, kamu tahu? Hal yang paling sulit dilakukan pas keadaan lagi down adalah bernapas. Napas itu bukan hal yang mudah. Bukan sekadar tarik lalu hembuskan. Bukan gitu. Bernapas yang dimaksud itu tetap hidup dan bertahan. Nggak papa kalau sekarang lagi kesulitan, tapi pastikan kamu tetap bernapas. Apapun yang terjadi." Tubuh Biru gemetaran. Air matanya mulai berjatuhan membasahi pipi dan tangan Runalla. Biru menggenggam tangan Runalla yang masih menyentuh pipinya. Menyesakkan. "Kamu nggak jijik kalau aku nangis?" tanyanya. Pelan, nyaris seperti bisikan. Runalla menggeleng. "Nggak." "Nggak papa kalau aku nangis?"
1013.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 362 kali sebagai cacing bernapas melalui
Baca
+Pustaka
Jejak Pewaris Harmoni di Bawah Langit dan Gelombang

Jejak Pewaris Harmoni di Bawah Langit dan Gelombang

ucapnya tanpa ada suara yang keluar dari bibirnya. ‘Terimakasih sudah hadir walau hanya dalam bentuk ilusi’ lanjutnya di dalam hati. Dengan desiran angin yang lembut, seruling bambu Napas Penjaga Bumi-nya muncul di tangannya dari udara kosong. Ia membawa ke depan bibir yang tertutup rapat, menarik napas dan menghembuskannya lembut lewat mulut.
101.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai cacing bernapas melalui
Baca
+Pustaka
Sangkar Kupu-kupu

Sangkar Kupu-kupu

Titah Yangti “Terus bernafas sampai kamu nggak bisa lagi. Kemudian bernapas perlahan. kamu juga bisa meletakkan satu tangan di tulang rusuk dan yang lain di mulut. Buku itu hanya akan naik sedikit. Tahan napas di paru-paru selama sekitar 5 detik sebelum bernapas. Pastikan buku itu turun dengan sangat lambat dan progresif. Ini adalah bagian dari tubuh yang akan kamu gunakan ketika bernyanyi.”
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai cacing bernapas melalui
Baca
+Pustaka
Kacamata Penakluk Wanita

Kacamata Penakluk Wanita

Bibirnya yang penuh, berwarna merah delima, sedikit bergetar saat dia membentuk senyum yang mengundang. Dan napasnya—Ya Tuhan, dia bernapas. Dadanya yang montok, yang tadi sempat membuatku terpaku seperti Monica, kini naik turun secara ritmis. Kain perak ketat itu meregang mengikuti setiap hembusannya.
4.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 119 kali sebagai cacing bernapas melalui
Baca
+Pustaka
Tabir Kematian Sahabatku

Tabir Kematian Sahabatku

Napasku tertahan di tenggorokan dengan mulut yang menganga mencari oksigen, sedangkan kakiku menendang-nendang berusaha mencari pijakkan. "Li-Lina, lep-as!" pintaku tercekat. Bahkan, suara ini tak mampu keluar. Air mataku luruh menatap sosok menyeramkan yang sedang menyeringai puas, hingga memamerkan gigi-giginya yang runcing. Aku makin kesusahan bernapas, tubuh ini mulai teras lemas akibat kekurangan udara. "Allahu Akbar, Allahu Akbar ...."
107.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 264 kali sebagai cacing bernapas melalui
Baca
+Pustaka
Mendadak dipinang Ustaz Idaman

Mendadak dipinang Ustaz Idaman

Bulir peluh membasahi bagian tubuh, dadanya bergerak naik turun seiring dengan napas yang masih memburu. . . .
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai cacing bernapas melalui
Baca
+Pustaka
Salah Sistem! Aku Satu-satunya Murid Pria di Akademi Wanita

Salah Sistem! Aku Satu-satunya Murid Pria di Akademi Wanita

"Kalau begitu, mari kita bahas poin kedua. Napasmu." "Napas apa lagi?!" "Pria atau wanita yang sedang terbakar gairah akan memiliki napas yang berat dan tidak teratur. Tapi kau? Kau bernapas seperti atlet yang sedang menahan lelah setelah lari maraton. Kau sedang mengatur napasmu agar tidak terlihat gemetar, kan? Tarik napas tiga detik, buang lima detik. Sangat presisi."
10374 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9 kali sebagai cacing bernapas melalui
Baca
+Pustaka
Ngakunya Pengangguran, Ternyata Penguasa Dunia

Ngakunya Pengangguran, Ternyata Penguasa Dunia

Dengan suara yang lembut namun jelas, Kael mulai berbicara. "Rasakan napasmu, sayang. Tarik napas perlahan melalui hidung. Rasakan udara masuk ke dalam tubuhmu. Tahan sejenak. Lalu hembuskan melalui mulut dengan sangat pelan. Ini adalah teknik pernapasan dasar yang akan membantumu mengendalikan energi spiritual."
1082.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai cacing bernapas melalui
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status