Suami Warisan
Rengganis terkekeh mendengar nada percaya diri dari lawan bicaranya, dia mengendikkan bahunya, “Emangnya kamu bisa apa? Jentikkan jari dan ubah waktu dan posisiku biar tukeran sama si bos? Ogah ya, gue jadi dia. Arogan, nyebelin plus pelit! Hih!”
Rengganis bergidik geli membayangkan dia berada di posisi bosnya yang super-duper nyebelin, manusia jelmaan penyihir, tukang manipulasi dan suka klaim karya orang.
“Lalu kenapa kamu masih bekerja dengannya?”