Setelah Kamu Pilih Dia
Lina Astrianimalam semakin dingindada terasa dinginlirik di malam yang dingin dan gelap sepidiujung malam menuju pagi yang dingin
Di hadapannya, beberapa remaja perempuan dari komunitas baca yang baru saja ia bentuk.
Ia mulai membuka sesi pelatihan menulis: bukan sekadar mengajar teknik, tapi membantu mereka menulis dari hati.
“Sebelum kalian belajar soal struktur atau gaya bahasa, coba tulis satu hal yang kalian rasain minggu ini. Sedih boleh, marah juga boleh. Nggak harus rapi. Nggak harus indah. Yang penting: jujur.”
Seorang remaja bertanya ragu, “Kak, kalau aku tulis soal orangtuaku yang berantem terus, itu boleh?”