PESONA PRIA RIVAL SUAMIKU
Suasana hangat, piring-piring sudah mulai berdatangan; uap hangat menyelimuti wajah, harum kaldu dan rempah mengundang selera.
"Mbak Kenna, tadi keren. Waktu jawab soal energi remaja, aku merinding," seorang gadis berjilbab ungu, salah satu staf Praba juga, menatap kagum. "Boleh minta tips rutin menulis?"
Kenna menoleh, menata suara. "Tulislah tiap pagi. Bukan soal banyak, cukup satu paragraf. Nanti kamu akan kaget melihat perubahan."
Hot Chapters