Mercusuar
Sembari memandangi atap gubuk kecil yang beberapa sisinya tersempil daun-daun pohon ceri yang bergerak-gerak bersama kehijauannya nan segar, aku segera mengeluarkan alat komunikasi, kemudian memainkan fiturnya hingga layar itu berhasil menampilkan aplikasi pesan daringnya.
[“PARA MONYET! Buruan kumpul di markas. Gua males sendirian”]
Mataku pun terpejam setelah berhasil mengirim pesan singkat ke dalam grup WA kami. Tak berselang lama, aku mengintip kembali, dengan harapan ada salah satu dari mereka yang bersedia membalasnya. Tetapi nyatanya, pesanku benar-benar seperti angin lalu.
Ku atur napasku lagi hingga iramanya begitu mendayu dan amat menenangkan. Hingga aku pun bisa menikmati kenyaman
ตอนยอดนิยม