Gadis Persinggahan
Pandu yang berdiri kaku di samping kursi laboratorium tua, dan sesosok pria lain yang sedang duduk dengan sangat santai di atas peti kayu, seolah-olah sedang menikmati sebuah pertunjukan teater pribadi.
"Ah, sang penyelamat akhirnya telah tiba," suara Raihan Azizi memecah kesunyian dengan nada yang sangat merdu namun mematikan. Ia berdiri perlahan, merapikan setelan jas abu-abunya yang tidak sedikit pun berdebu meskipun berada di gudang kumuh. "dr. Adrian. Aku harus mengakui, seleramu terhadap wanita memang luar biasa. Tapi sayangnya, kamu mencintai sebuah karya seni yang belum selesai aku pahat. Kamu mencintai sebuah ilusi yang kusebut Subjek 04."
Hot Chapters