ASI Untuk Putra Sang CEO
Ia duduk dan menyilangkan kakinya di sofa yang ada di kamar kakaknya.
"Reya, tolong yang sopan kalau bicara!" Elzaino tampak tidak suka mendengar ucapan adiknya.
"Lah, kenapa? Emang bener babu kan? Ya, realistis aja sih, Kak. Kakak bisa kan nyari ASI di bank ASI?" timpal Mireya dengan entengnya.
"Jangan pernah merendahkan profesi orang lain, Reya. Kakak tidak suka. Dan satu lagi, ini bukan Amerika. Tidak ada bank ASI di sini!" Elzaino mendecakkan lidahnya kesal.