Dimanja Suami Kontrak
“Di sana, dia bisa jadi diri sendiri. Tidak harus menjaga sikap, tidak harus bersuara lembut, tidak harus menahan diri. Hanya di dapur… dia bisa tertawa.”
Khailash tak memotong, hanya mendengarkan.
“Dulu aku pikir mama seperti itu karena tidak suka keramaian,” Lura melanjutkan dengan suara pelan, “seperti yang kau tahu, rumah ayahku dihuni oleh beberapa keluarga. Dan mereka semua… menyebalkan. Penuh aturan, penuh drama, dan tidak ada ruang untuk bernapas.”
Lura menghela napas. Irisan bombaynya kini lebih pelan, seperti pikirannya sedang berlayar jauh ke masa kecil.
Bab Populer