Pesan Nyasar Dari Sahabatku
“Oke, Riri. Salam untuk Carissa kalau begitu. Sebelum menelepon, aku ada kirim makanan ringan untuk anakmu. Kasihan, kalian tinggal agak jauh dari keramaian soalnya. Carissa pasti rindu jajanan kota, bukan?”
Ya Allah, aku tambah ilfeel ketika mendengar kalimat penutupnya. Agak jauh dari keramaian dia bilang? Padahal, meskipun di pinggiran, tempat tinggal orangtuaku masih ada minimarket, kok! Sekadar snack-snack ringan, banyak dijual di minimarket dan warung terdekat. Dia anggap apa rumah kami? Pelosok terpencil? Hih!
“Jangan repot-repot, Pak—”