Hasrat Terpendam Majikanku
Sebetulnya tanpa ditanya udah keliatan kalau roman-romannya mereka kelaperan.
"Hehe ... belum, Bu."
"Ah, sebentar, ya."
Aku kembali berjalan menghampiri Tuan Stevan, lalu mencolek lengannya.
"Bang! Dua ratus rebu lagi!"
Dia melotot lagi.
"Kamu ini kenapa, sih, Intan!"
"Bagi, atau aku teriak!"
Kini matanya membelalak.
"Oke, oke. Tapi berhenti panggil aku Bang, aku bukan tukang martabak, Intan!"
ตอนยอดนิยม