Satu Malam Panas Dengan Adik Iparku
"Sudah pasti kerabat ada yang dekat dan jauh. Jadi, sangat jelas memberikan Ibu kami yang berbeda. Jika disamakan, nanti kelihatan Ibu kami lebih penting?"
Naya sangat senang mendengar Rendra berkata seperti itu, dia menepuk pundak Rendra sembari berkata, "Kamu sangat bijaksana. Aku tidak malu punya menantu sepertimu."
"Tidak malu apanya?" Tanya Paman Tertua dengan wajah suram, "Bisa tidak bicara dengan sopan? Demi menyenangkan Ibu Mertua, kamu menginjak-injak kami? Kami ini sesepuhnya Lirea!"