Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
BUKAN SALAH IBU

BUKAN SALAH IBU

Bahwa Ibu bukan hanya bekerja menjadi pelayan, tapi … menjual dirinya? "Saya menghubungi Ibumu, beliau katanya akan segera datang." Tidak! Jangan sampai Pak Emir bertemu Ibu. Bagaimana kalau tuduhan Helena benar dan ternyata semua orang tahu hal yang sebenarnya tentang Ibu? "Kenapa teman-temanmu melakukan hal ini?" "Mereka bukan teman saya," ucapku getir. Ya, mana mungkin ada teman seperti itu?
1014.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 402 kali sebagai cerita panas ibu teman
Baca
+Pustaka
Ketika Melahirkan di Tempat Mertua

Ketika Melahirkan di Tempat Mertua

Jika ikut lomba jadi sinetron, sepertinya Ibu juaranya. "Beruntung sekali kamu, Andira, punya suami tampan dan bertanggung jawab. Ditambah mertua yang amat sayang sama kamu," timpal teman Ibu yang lain. Pasti saat ini merasa bangga dan jumawa. Aku hanya terdiam mendengarkan komentar teman-teman Ibu. Ibu memang tak jauh beda dengan Mas Rangga, ingin selalu disanjung dan selalu terlihat sempurna dimata semua orang.
1020.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 566 kali sebagai cerita panas ibu teman
Baca
+Pustaka
Istri Kakakku Selalu Menangis

Istri Kakakku Selalu Menangis

jawabnya tak mau kalah. “Ibu itu aneh. Jangan biasakan kebiasaan aneh!” Mata suaminya seperti hendak keluar. Aduh-aduh! Mengapa rumah tangga selalu ada keributan? Aku bosan melihat pertengkaran. “Saya permisi pulang, Buk. Makasih,” pamitku sambil segera pergi.
3.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai cerita panas ibu teman
Baca
+Pustaka
TETANGGA TAPI PANAS

TETANGGA TAPI PANAS

Mas Dimas (Tetangga Baru): "Oh ya, semoga hari ini naskahnya lancar. Jangan terlalu memaksakan diri kalau sedang buntu. Ceria sedikit, Mbak. Have a great writing day." Jemari Ruby membeku di atas layar. Ketikannya menggantung. Jantung Ruby berdetak sedikit lebih cepat. Bagaimana Dimas bisa tahu?
1013.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 315 kali sebagai cerita panas ibu teman
Baca
+Pustaka
Malam Panas Tak Terlupakan dengan Konsulenku

Malam Panas Tak Terlupakan dengan Konsulenku

Kenapa tidak dari dulu ibunya seperti ini, jadi adiknya yang tertua itu tidak harus terpenjara di fakultas dan rutinitas yang sama sekali tidak dia inginkan. "Mama tadi udah ketemu lagi sama Cilla, ibunya juga." ucapnya lirih. "Mau tahu apa yang terjadi, Ge?" "Sebenarnya tidak, Ma. Tapi jika dengan menceritakan itu bisa bikin Mama lega, maka lakukan." Nirina tersenyum, balas meremas tangan Gerrard dengan lembut.
9.9110.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.1K kali sebagai cerita panas ibu teman
Baca
+Pustaka
Sentuhan Panas Papa Mertua

Sentuhan Panas Papa Mertua

ucap Agam. Mata Melani langsung berkaca-kaca mendengar ucapan suaminya. "Makasih banyak, Gam. Tapi apa tidak merepotkan kamu?" "Hussst. Mengapa harus merepotkanku. Keluarga kamu juga keluargaku, Sayang. Aku justru sangat bersyukur karena kamu memberikan keluarga yang aku rindukan selama ini. Sekarang aku punya Ibu yaitu Mama kamu. Dia juga orang tuaku. Aku akan memberikan Mama dan Adik kamu masing-masing satu ATM, jadi setiap bulan ATM itu akan aku isi. Tetapi jika kamu ingin memberi mereka, itu terserah kamu Sayang. Kamu juga akan aku kasih ATM utamaku," ucap Agam.
10376.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 10.5K kali sebagai cerita panas ibu teman
Tampilkan Ulasan (24)
Baca
+Pustaka
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Klan Qing
Izin provinsi ya, Thor. Judulnya: Murid 3 Dewa. Ini adalah kisah Petualangan Lin Chen menjadi Penguasa Semesta. Selain Reinkarnasi Jenderal Perang dari Alam 9 Surga, dia juga memiliki Tubuh Kaisar Langit yang Legendaris. Bahkan para Dewa Kuno juga mengangkatnya sebagai Murid mereka.
Baca Semua Ulasan
Malam Panas Bersama CEO Tampan

Malam Panas Bersama CEO Tampan

Wanita itu memijit pelipisnya untuk meredakan pusing yang tiba-tiba menderanya. “Apa Ibu tidak kasihan dengan Bibi Cassie. Bibi Cassie gagal dalam pernikahannya, meski tidak benar-benar dikatakan gagal. Dan sekarang apa Ibu bisa melihat Bibi Cassie gagal sebagai seorang ibu,” kata Belvina.
102.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93 kali sebagai cerita panas ibu teman
Baca
+Pustaka
Satu Malam Panas Dengan Adik Iparku

Satu Malam Panas Dengan Adik Iparku

"Sudah pasti kerabat ada yang dekat dan jauh. Jadi, sangat jelas memberikan Ibu kami yang berbeda. Jika disamakan, nanti kelihatan Ibu kami lebih penting?" Naya sangat senang mendengar Rendra berkata seperti itu, dia menepuk pundak Rendra sembari berkata, "Kamu sangat bijaksana. Aku tidak malu punya menantu sepertimu." "Tidak malu apanya?" Tanya Paman Tertua dengan wajah suram, "Bisa tidak bicara dengan sopan? Demi menyenangkan Ibu Mertua, kamu menginjak-injak kami? Kami ini sesepuhnya Lirea!"
102.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai cerita panas ibu teman
Baca
+Pustaka
Malam Panas dengan Atasan Mantan

Malam Panas dengan Atasan Mantan

“Pria itu tidak pernah menunjukkan penyesalan sedikitpun. Bahkan, pria itu memberikan senyuman yang hangat dan berkata bahwa semua akan baik-baik saja. Pria bodoh yang sok menjadi pahlawan kesiangan itu juga mengatakan bahwa ‘hiduplah dengan indah seindah wajah yang kau miliki’. Konyol sekali... tapi kata-kata konyol itulah yang membuat bocah itu tidak lagi terus memikirkan kapan dia akan segera mati.” Veronica merasakan sesak di dadanya. Ia menggelengkan kepalanya dengan ekspresi tersiksa. “Tidak usah banyak bicara lagi! Aku tidak ingin mendengar dongeng aneh mu itu!” Juliet terkekeh. “Kenapa? Padahal, aku belum menceritakan detailnya, Kenapa Anda terlihat seperti sangat tersiksa?” Karina m
1084.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.0K kali sebagai cerita panas ibu teman
Baca
+Pustaka
Dekapan Panas Kakak Ipar

Dekapan Panas Kakak Ipar

Namun kali ini tatapanya penuh intimidasi. Wanita tadi tertunduk cukup canggung. "Sejujurnya saya hanya di minta Pak Tama buat menemani minumnya saja. Sedikit banyaknya Pak Tama juga bercerita tentang rumah tangganya bersama Bu Alena. Pak Tama juga bercerita tentang perselingkuhannya dengan Mbak Dinda. Saya di panggil jika Pak Tama hanya sedang banyak pikiran saja. Saya tidak memiliki niat untuk menghancurkan rumah tangganya."
7.824.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 874 kali sebagai cerita panas ibu teman
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status