Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dekapan Panas Kakakku

Dekapan Panas Kakakku

“Sesuatu tentang .…” Hanson mencoba tenang. “Apa dia menemukan sesuatu di kamar Papa dan Mama?” Melati mengangguk. “Iya. Dia kemarin baru dari sana. Hanson, kamu harus segera mencari Kiara!” “Aku pasti akan menemukannya! Nenek jangan khawatir. Aku ke kamar Papa dan Mama dulu,” pamitnya sambil berlalu pergi.
1015.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 373 kali sebagai cerita panas mama
Baca
+Pustaka
Menantu Sultan

Menantu Sultan

Raka Ini adalah pengalaman menginap yang paling memuakkan sepanjang hidupku, padahal biasanya aku sangat tenang saat tidur di rumah mama. Tetapi malam ini, rasanya kupingku panas dan hatiku terbakar setiap kali melihat mama bersama Citra, atau terus memujinya di hadapanku. Kenapa mama seleranya rendah sekali?
1020.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 791 kali sebagai cerita panas mama
Baca
+Pustaka
Kerasukan, Berujung Menikahi CEO

Kerasukan, Berujung Menikahi CEO

komentar Mama menyipitkan mata yang sudah sipit. Aku hanya tersenyum kecut mengingat kejadian tadi malam. Ternyata suasana berduka bisa membuat ranjang menjadi semakin panas. Buktinya kami bisa mencetak gol berkali-kali. “Ada yang mau diomongin, Ma.” Mama kembali menyuap sarapan yang dibuatkan Sasi. Beliau suka dengan masakan menantunya. “Ke atas sekarang, Bang?” tanya Sasi setelah menandaskan sarapan dan segelas susu hangat.
1045.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai cerita panas mama
Baca
+Pustaka
Teman Tapi Panas

Teman Tapi Panas

Ibu Andi mengancam setengah bercanda, Ana tertawa sementara Andi mencebikkan bibir kesal dengan gurauan ibunya. "Ingat ya, Tri. Jangan coba-coba menyelinap ke sebelah atau burungmu ibu sunat sampai pangkalnya," ujar Ibu Andi berbisik, tangan kanannya terangkat ke depan dada membuat gerakan memotong. Setelah makan malam, Ana ijin naik duluan ke kamar. Andi baru ingin lanjut nonton, tapi— “Ini anterin wedang jahe ke Ana.”
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 81 kali sebagai cerita panas mama
Baca
+Pustaka
Istri Simpanan Tuan Muda

Istri Simpanan Tuan Muda

Dasar emak-emak, masih sempat-sempatnya shopping di saat genting. “Uhhh, Mama sebel banget, Bas. Dada Mama rasanya panas. Untung Ibu Bernadeth tidak gentar. Terus saja nyari-nyari informasi di sana. Channel-nya benar-benar orang top di Eropa. Kenapa… dulu Mama nggak ngejodohin kamu sama anaknya Bu Bernadeth saja ya? Jelas-jelas mereka itu real dan nggak tipu-tipu gaya crazy rich tapi ternyata crazy!” Mama semakin ngelantur.
1032.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 746 kali sebagai cerita panas mama
Baca
+Pustaka
REKAMAN DESAH DARI SEKRETARIS SUAMIKU

REKAMAN DESAH DARI SEKRETARIS SUAMIKU

Tanpa basa basi lagi, aku meninggalkan Mas Bima yang masih berdiri di depan ruang sidang. "Kita harus cepat pulang, barusan Marni telepon Mama." Setelah kuperhatikan lebih dari jarak yang lebih dekat, wajah Mama seperti sedang menghawatirkan sesuatu. "Ada apa, Ma?" "Bella ...," jawab Mama dengan nada cepat, tetapi tidak sampai tuntas bicaranya. "Bella kenapa?" Kepanikan Mama segera menular padaku. "Bella panas tinggi."
1019.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 474 kali sebagai cerita panas mama
Baca
+Pustaka
Belenggu Mantannya Mama

Belenggu Mantannya Mama

Di balik keraguan, ucapan Mama menyalakan secercah harapan. Mama mertuaku membawakan masakannya. Aku memang sedang ngidam ingin makan rendang. Tidak kusangka, Mama yang tinggal di Jakarta rela menempuh perjalanan jauh ke Surabaya hanya untuk membawakannya. “Aku masak sendiri, Nak,” ucap Mama sambil membuka kotak makan yang masih hangat. “Kata Abimanyu, kamu sedang ngidam rendang, ya?”
1.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai cerita panas mama
Baca
+Pustaka
Calon Ibu Tiri Spesialku

Calon Ibu Tiri Spesialku

“Mama kok keringetan gini sih? Terus wajah Mama merah banget. Mama sakit?” Pertanyaan polos Kiara itu seperti hantaman telak. Aku melihat Mama Sarah tersentak, tangannya reflex menyentuh pipinya sendiri yang memang masih merona panas. “Eh—nggak, Sayang. Ini… tadi di depan kompor kelamaan. Panas,” jawab Mama Sarah terbata. Suaranya masih bergetar, sisa dari ketegangan yang aku ciptakan tadi belum hilang sepenuhnya.
101.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai cerita panas mama
Baca
+Pustaka
TULPA

TULPA

67. Kehangatan Keluarga "Om kenal sama mama?" tanyaku hati-hati. Papa Ajun tertawa renyah dia mengangguk membenarkan. "Siapa yang ga kenal Pita? Rivalnya mama Iris waktu SMA dulu," bisik ayah Kelam tersebut kepadaku.
106.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 224 kali sebagai cerita panas mama
Baca
+Pustaka
Godaan Mama Muda

Godaan Mama Muda

"Radit, Mama cuma mau kamu tau satu hal. Apapun yang terjadi, apapun yang orang lain bilang, Mama akan selalu sayang sama kamu. Mama akan selalu ada buat kamu." Air mataku menggenang. "Aku gak pantas dapat Mama yang sebaik ini..." "Sssshhh... jangan bilang gitu. Kamu pantas dapat kasih sayang, Radit. Kamu pantas dapat kebahagiaan." Kami terdiam sejenak, menikmati kehangatan kopi dan kebersamaan. "Oh ya," Mama Jessica tiba-tiba ingat sesuatu. "Mama juga udah mikirin soal hutang satu miliar itu."
9.8122.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.9K kali sebagai cerita panas mama
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status