Sisa Takdir
Asap tipis mengepul dari dasar lentera, mengaduk aroma logam, darah, dan kelembapan yang terlalu lama terperangkap.
Di dekat sudut ruangan, tubuh Elian bersandar lemah pada dinding yang basah. Napasnya pendek-pendek, seperti sedang berusaha tetap hidup meski paru-parunya menolak. Kepalanya tertunduk, rambut hitam yang berantakan menutupi sebagian wajahnya. Darah mengering di pelipisnya, sebagian mengalir ke dagu, dan sisanya sudah menyerap di kerah pakaiannya yang robek di beberapa bagian. Setiap denyut luka terasa seperti palu menghantam kesadarannya, membuatnya ingin menyerah tapi ia tahu, ia tak boleh.
Bab Populer