MADU SATU MERTUA
“Ya, masih belum mau bertanya kalau ketemu. Mereka itu ada di RT sebelah. Masih satu dusun. Tapi ya, tetap angkuh. Wong Simbah ini tidak pantas untuk jadi besan. Mereka masih hidup, orang tua Astuti masih lengkap. Mas-nya Astuti, pak dhe kamu, jadi kepala KUA. Adiknya ada dua, yang satu polisi, dan yang satu perempuan jadi bidan.”
Rasti paham, bahwa profesi pegawai di desa yang jauh dari kota adalah sebuah hal membanggakan. Mereka menjadi keluarga terpandang dan disegani oleh warga sekitar. Kini ia sadar, mengapa Rusdi memilih menjauh dan tidak pulang.
“Astuti itu hanya lulus SMA. Wong dia sudah jatuh cinta sama bapakmu yang hanya lulusan SMP. Jadi dia tidak mau lanjut kuliah.”
Sikat na Kabanata