SAHKAN ATAU CERAIKAN AKU, MAS
Kilau kecil nampak di cermin, mengingatkan bahwa ada keputusan besar yang sudah diambil, meski hatinya belum sepenuhnya setuju.
Ia menatap cermin lagi. Wajahnya pucat, tapi matanya hidup.
Nilna meraih bedak, menepuk-nepuknya ke pipi dengan ragu. Ia tak terbiasa berdandan. Tangannya kaku, tak tahu harus menakar seberapa banyak. Sedikit lipstik ia oleskan, garisnya tidak sempurna, tapi ia membiarkannya. Ia menatap deretan alat make up pemberian Renji, benda-benda asing yang terasa seperti milik orang lain. Ia bahkan tak yakin wajah ini masih benar-benar wajahnya sendiri setelah melihat hasil akhirnya.
Hot Chapters