Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Brubuh Krendobumi - Pendekar Kembara Semesta Seri 3

Brubuh Krendobumi - Pendekar Kembara Semesta Seri 3

"Demi Krendobumi, kami akan berjuang sampai titik darah penghabisan!" Jayadilaga, bersama pasukannya, mengucapkan sumpah yang sama. "Karangtirta akan berdiri teguh bersama Putra Mahkota!" Ayumanis dan Westi Ningtyas, mewakili para pendekar dan individu yang berjuang demi keadilan, juga menyuarakan tekad mereka. "Kami akan menjadi ujung tombak kebebasan!"
1.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai cerpen tentang sumpah pemuda
Baca
+Pustaka
Retrocognition (Melihat Masa Lalu)

Retrocognition (Melihat Masa Lalu)

Mamak mencoba mengalihkan pembicaraan. Wira menangkap ada hal yang disembunyikan oleh Mamaknya. Tapi untuk berdebat dan memaksa Mamak untuk bicara adalah pekerjaan yang rumit. Ia tak mau menghabiskan energinya yang baru akan dikumpulkan. Wira terpejam, ia mulai memahami sesuatu. Terakhir ia mengantarkan paket adalah di seputaran Jl. Pemuda. Menurut cerita orang-orang dulu, dinamakan Pemuda karena pada jaman penjajahan dulu banyak pemuda di daerah itu berjuang dan gugur melawan Belanda.
105.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 177 kali sebagai cerpen tentang sumpah pemuda
Baca
+Pustaka
KEMBALINYA SANG RATU

KEMBALINYA SANG RATU

Ini soal kepercayaan dan keyakinan, sebuah pembuktian kebenaran antara tradisi dan rasionalitas. Awalnya, Sinta meminta sumpah dilakukan di selat antara pulau Talaga Besar dan pulau Talaga Kecil, tempat yang dipercaya sebagai pusat peradaban Imbu. Tempat sumpah ini biasanya dilakukan oleh masyarakat Talaga yang memiliki sumpah ini. Namun, La Ode Harimao mengusulkan Tanjung Pemali Wa Suamba sebagai lokasi, karena di sana terdapat situs Wa Mbuliga, yang dianggap sebagai tempat yang mampu menghadirkan saksi spiritual dari para penjaga lautan.
3.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 113 kali sebagai cerpen tentang sumpah pemuda
Baca
+Pustaka
Rekan Kerjaku Selingkuhan Suamiku

Rekan Kerjaku Selingkuhan Suamiku

Pendaki itu juga sangat antusias dan menjawab, “Aku tumbuh besar di dekat sini. Aku juga nggak tahu patung dewa apa ini, tapi orang-orang tua selalu bilang bahwa kuil ini sangat keramat. Jangan pernah bersumpah atau membuat permintaan di depan dewa ini. Karena kalau kamu bersumpah, dewa ini pasti akan mengabulkan permintaanmu.” Ferdi yang nekat melakukan apa saja demi mengejarku, mungkin tak pernah menyangka bahwa sumpah yang diucapkan asal-asalan itu, bertahun-tahun kemudian akan menjadi peluru yang membunuhnya dan sekaligus menyelamatkanku.
9.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 374 kali sebagai cerpen tentang sumpah pemuda
Baca
+Pustaka
Janu: Tahap Awal

Janu: Tahap Awal

Sumpah kakek Lokapati. Mendengar ucapan kakek Lokapati, semua pendekar yang tersisa pun menghela nafas panjang. Mereka lantas membungkuk memberi hormat kepada sang pertapa. Sumpah kakek Lokapati terasa sangat berat, dia harus meninggalkan semua yang dicintainya hanya demi mengejar sang iblis. Ki Ekadanta hendak berucap, namun serasa tertahan. Beberapa pemimpin perguruan yang lain menatap kakek Lokapati, memberi semangat dalam diam. Para pendekar sakti mandraguna itu kemudian terbang berpencar ke segala arah, kembali ke tempat mereka berasal, meninggalkan hutan Trangil yang sudah tidak berbentuk.
9.135.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 786 kali sebagai cerpen tentang sumpah pemuda
Baca
+Pustaka
KERUMUNAN ADALAH NERAKA

KERUMUNAN ADALAH NERAKA

Rumah tua itu, dalam keheningannya, seolah ikut bersulang bersama mereka. Kisah Ki Rajendra, Mudra, Vanua, dan Sari diwariskan dari generasi ke generasi, menjadi legenda tentang penebusan, persahabatan, dan kekuatan cinta. Ki Rajendra mengembara di berbagai pusat-pusat keilmuan tarot, sedangkan Mudra hidup bersama dengan Vanua dan Sari di Desa Gayam dan Kampung Tujuh. Mata air purba di Desa Gayam dan Gunung Api Purba di Kampung Tujuh, menjadi legenda pembebasan diri bagi mereka yang lelah menjumpai kerumunan dan neraka.
1.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai cerpen tentang sumpah pemuda
Baca
+Pustaka
Antara Janji dan Pengkhianatan

Antara Janji dan Pengkhianatan

Sesampainya di depan pintu toilet wanita, aku tersungkur di lantai dan memeluk sepatu orang terakhir yang ada di sana. "Tolong … tolong panggilkan guru … selamatkan aku …." Kejadian seperti ini sudah sering terjadi. Aku tahu meskipun guru datang, mereka paling hanya akan memberi sedikit teguran dan tidak akan benar-benar menuntut pertanggungjawaban mereka. Namun, setidaknya, aku tidak akan terlalu menderita di dalam toilet nanti. Dengan kondisi berantakan, aku pun menengadah. Anak laki-laki yang kakinya kupeluk itu juga sedang menunduk menatapku.
1.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai cerpen tentang sumpah pemuda
Baca
+Pustaka
Dari Pecundang Jadi Pahlawan

Dari Pecundang Jadi Pahlawan

Lalu dia mengulurkan sepatu jerami itu kembali pada penjaga. “Aku akan membelikanmu sepasang sepatu yang layak untuk bertugas.” Matanya terlihat bersungguh-sungguh, seperti sebuah janji. “Seharusnya kau mati saja setelah hukuman semalam. Tuan Muda tewas dan dimakamkan hari ini. Melihat kau baik-baik saja, maka bersiaplah untuk hukuman lebih berat!”
10979 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai cerpen tentang sumpah pemuda
Baca
+Pustaka
Pedang Penebusan

Pedang Penebusan

Prajurit wanita Seraphine, bersenjatakan tombak kelopak, mengelilingi aula, siap bertarung. Tiba-tiba, Lia tiba, berlari ke aula, kelopak di rambutnya menyala. “Yang Mulia, jangan tunjukkan cermin! Langit tidak menghendaki mereka melihatnya!” katanya, napasnya tersengal. Lysara mengangguk, tangannya menyentuh pedang kecil di pinggangnya, simbol perlawanan. “Aku lebih baik mati daripada menyerahkan cermin pada musuh,” katanya. “Seraphine akan bertarung.”
10610 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai cerpen tentang sumpah pemuda
Baca
+Pustaka
Tahanan di Ranjang Sang Letnan

Tahanan di Ranjang Sang Letnan

ucapnya sebelum jatuh tak sadarkan diri. Senyum tipis membingkai wajah Cempaka. Ia juga penasaran dengan saudara tertuanya itu. Sudah lama mereka tak bertemu. Bahkan bertukar kabar melalui surat pun dilakukan lebih dari setahun yang lalu. Saat itu, Galih Pangarep, masih sosok pria yang menjunjung tinggi nilai nasionalisme dan berjuang dengan rakyat kecil untuk merebut kemerdekaan tanah mereka.
104.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 128 kali sebagai cerpen tentang sumpah pemuda
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status