Sentuhan Panas Suami Dingin
jawab Kaesar, menangkup pipi Zira–mengelusnya lembut.
"Maksud?" Zira sama sekali tak paham, entah dia yang bodoh atau suaminya ini yang terlalu tampan. Ah, jaraknya dan Kaesar sangat dekat, itu membuat Zira gagal fokus oleh rupa suaminya yang mempesona.
"Nenek dimakamkan di kota ini, dan Kakek tidak bisa meninggalkannya," lembut Kaesar, menyunggingkan sebuah senyuman yang sangat menyentuh di pandangan Zira.