Seumur Hidup Terlalu Lama
“Maaf, Pak Genta, untuk susunan acaranya… apakah sudah ada draft-nya? Saya ingin memastikan bagian yang bisa saya bantu.”
Suasana mendadak hening. Genta menoleh, tatapannya dingin menusuk. Bibirnya melengkung tipis, namun bukan senyum.
“Semua sudah dicetak dan dibagikan. Ada di depan meja, Bu Uma. Jadi… dalam forum ini tidak perlu ditanyakan lagi. Kecuali…” ia menekankan suaranya, “kalau Anda memang buta huruf.”
Beberapa pasang mata langsung melirik Uma. Ada yang terdiam, ada pula yang tersenyum canggung.