Dok, Please Cukup!
Malik menerima kertas itu, tersenyum kecil mendengar sindiran halus tersebut, sementara Nindy tertawa pelan di sampingnya, tahu betul kebenaran di balik kalimat Ratna itu.
"Makasih, Dok," ucap Malik, melipat kertas itu hati-hati, memasukkannya ke saku dalam jaketnya sendiri.
Nindy bangkit dari ranjang periksa, merapikan bajunya, melangkah ke arah mesin cetak kecil di sudut ruangan yang sudah mengeluarkan satu lembar cetakan hasil USG. Dia mengambilnya, memandanginya sebentar sebelum langsung memasukkan lembaran itu ke dalam dompetnya di ruangan tersebut juga, tidak ingin menunggu sampai sampai rumah.