Imperfect Love
“Mas Bee lupa? Aku bisa ngabisin dua porsi ayam krispi, dua porsi kentang goreng, kadang tambah burger, terus—”
“Cacingan!” putus Byakta dengan yakin. “Kamu makan banyak, tapi badan cuma segitu-gitu aja, karena yang kamu makan semuanya dimakan lagi sama cacing di dalam perutmu itu.”
“Ihhh!” Yasmen bergidik geli saat mendengar kalimat terakhir Byakta. “Nggak usah ngomong gitu, ah! Geli aku dengernya.”
Byakta berdecak kecil, lalu memelankan suaranya. “Sama cacing di perut geli, tapi sama cacing yang dipancing-pancing terus.”