Gemintang
Narthana melipat kedua tangannya di dada.
“Maaf kalau Kakek menyadarinya terlambat, membuat kamu dan Papamu melewati banyak hal. Kakek harap ini kesempatan baik untuk kita berdua,”
Narthana terdiam sesaat, ia sedot lagi ice chocolatenya. Berharap minuman manis itu dapat melarutkan pikirannya.
“Nak..,”
“Aku akan coba, Kek,” ujar Narthana pelan.
ตอนยอดนิยม