Simpanan Dosen Tampan
tanya Marvin enteng, seolah pertanyaan itu bukan hal berat baginya.
“Ya… karena nasi itu nempel di bibir aku? Bukan nasi baru dari piring?”
Marvin menatap Felly dalam-dalam. Lalu menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi yang kokoh. Lantas kemudian ia menjawab tak kalah entengnya,
“Kita sudah ciuman, pelukan, tidur seranjang, hidup serumah. Cairan dari tubuh terdalam kamu saja saya tidak jijik, apalagi cuma sebutir nasi dari sudut bibir, sayang?”
Hot Chapters