Lelaki Pilihan Surga
“Ra, waktu itu sangat berharga. Lebih cepat kita memulai segalanya, hasilnya akan lebih cepat kita dapatkan!”
Aara diam. Dia merasa terganggu dengan sikap Citra, yang terlalu terburu-buru, ingin membahas tentang bisnis katering ibu-nya. Dia belum sempat beristirahat, setelah mengajar tiga kelas hari ini. Dia harus mengikuti kemauan Citra, menemui Fajar sore ini.
“Assalamu’alaykum,” sebut Citra, masuk ke kantor Man Art. Aara berjalan, tepat di belakang Citra.
Hot Chapters