Jagad dan Selaras
Mereka tidak berbicara dengan kata-kata; setiap kali mereka membuka mulut, yang terdengar adalah rangkaian nada *pentatonis* yang merdu.
"Kael, penerjemah lo jalan nggak?" bisik Jagad sambil tetap waspada, tangannya tak lepas dari bola basket kristalnya yang kini berpendar redup mengikuti ritme stasiun.
Kael sibuk mengotak-atik perangkat di telinganya. "Agak susah, Gad. Bahasa mereka bukan pakai gramatika, tapi pakai progresif akord. Tapi gue udah dapet intinya. Mereka bilang: 'Selamat datang, pembawa getaran purba. Langkah kalian sudah terdengar sejak kalian melewati nebula'."
Hot Chapters