Salah Pilih Jodoh
Kuraih, kubuka aplikasi W******p, kuketik pesan singkat untuk dikirim khusus bagi gadis pujaan hatiku itu.
[‘Ryana yang cantik, apa benar kamu mencintaiku? Nikah yuk.’]
Ya ampun! Norak banget! Segera kuhapus dan kupikirkan kalimat yang jauh lebih bagus.
[‘Ryana, kudengar dari Susi, kamu sering buka F*-ku, ya? Udah lihat apa aja di situ?’]
Demi Allah, ini kalimat sangat garing! Justru bisa membuat Ryana jadi kehilangan simpati pada sepupuku yang centil itu. Sebab dirinya terkesan seperti seorang pengadu. Oh, harus kuganti lagi kalimatnya.
Hot Chapters