Just Friend (Trilogi Just, Seri-1)
“Jelas dong. Mereka bisa aja tinggalin gue sewaktu-waktu, tapi lo nggak. Udah janji juga akan selalu di samping gue, ‘kan?”
Iin mengangguk sambil tersenyum lebar. “Best friend forever. Sahabat yang akan terus bersama selamanya.”
Aku mengangguk cepat, lantas memegang tangan Iin dan menggenggamnya erat. Kami saling berbagi pandangan dan senyuman sekarang. Seiring berjalannya waktu, aku dan Iin sama-sama saling memahami karakter masing-masing. Tak hanya itu, mulai bisa juga membaca pikiran. Contohnya tadi, tanpa ditanyakan dia sudah tahu apa yang ada di pikiran ini.