Sang Pendekar
kata Raduka meluruskan jari telunjuk dan pandangannya ke pinggiran telaga yang tidak jauh dari saung tempat mereka berada.
Raduka melihat jelas sosok tubuh yang terkapar itu, karena tersorot cahaya rembulan yang sudah kembali bersinar setelah hujan deras mengguyur beberapa saat lalu.
Girimaya, Biuanga, dan Satrya tampak terheran-heran. Karena, mereka tidak melihat orang terkapar di tempat itu. Lalu, Girimaya berkata sembari memegang pundak Raduka, "Mimpimu kurang indah, Raduka. Kau lihat itu, itu bukan orang yang terkapar!" Girimaya dan kedua rekannya itu hanya melihat gundukan batu hitam dan tidak melihat penampakkan manusia yang sedang terkapar.
Bab Populer