Rasaku Ditelanjangi
Dadaku naik turun, tubuhku seperti terangkat dari ranjang, dan ketika ia menekan satu titik dengan gerakan lebih cepat, aku tak bisa lagi menahan—
“Ohh... yang… aku...”
Puncak itu datang seperti ledakan yang hangat dan memabukkan.
Aku menegang, memeluk kepalanya lebih erat, menggeliat di bawahnya sambil memejamkan mata, membiarkan tubuhku luluh.
Beberapa detik berlalu dalam diam. Nafasku berat. Tubuhku masih berdenyut pelan.
“Aku suka banget denger kamu erang kayak tadi,” bisiknya.