Sekretarisku Jilbaber
Aku terdiam, tak tahu harus berkata apa.
Di hatiku, rasanya rasa cinta sudah tiada, hanya kekosongan yang tersisa. Selama ini, aku memang tak pernah tertarik pada Vanya yang seolah selalu memaksakan diri agar aku bisa menyukainya. "Maaf Van, aku tak bisa," ucapku dengan suara pelan. Rasa bersalah menghampiriku dan aku juga tidak ingin membuka hatiku untuknya, "Mengapa? Apa karena Kak Briana?" tanya Vanya dengan nada sedih. Aku terdiam sejenak.