Setelah Kamu Pilih Dia
“Dan kita akan jadi rumah itu. Sampai kapan pun.”
Beberapa hari kemudian, Dinda bangun lebih pagi dari biasanya. Ada yang berbeda pagi itu—bukan karena mual atau perubahan hormon, tapi karena mimpi yang ia alami semalam. Dalam mimpinya, ia melihat seorang anak kecil berlari di halaman rumah, tertawa bebas dengan rambut berantakan ditiup angin.
Anak itu menoleh, tersenyum ke arahnya, lalu berkata, “Aku nggak sabar ketemu ibu.”