DI BALIK SENYUM SANG CEO
"Zaya, aku hanya ingin kamu tidak usah mengingkari hatimu sendiri, kau dan Tuan Kazumi itu bersaudara kembar, dan memang tidak ada perbedaan yang terlihat di antara kalian selain hobi dan kriteria wanita, juga penampilan, tapi untuk tujuan hidup, kalian boleh memilih jalan sendiri-sendiri, tidak perlu memaksakan diri."
"Atas dasar apa lu mengatakan hal macam itu sama gue?"
"Aku hanya merasa, selama kita melukis kamu sangat tertekan, itu sebabnya, kamu tidak membuat diri kamu sendiri rileks dalam meluapkan apa yang kamu gambar."
"Dengan kata lain, lukisan gue emang kagak ada seninya?"
"Hatimu tidak di dalam apa yang kamu lukis, itulah yang membuat orang merasa lukisan kamu tidak ada seninya."
Sikat na Kabanata