VENDETTA
Kenangan aroma wewangian melati, ramainya tabuhan gending Jawa, dan tatapan mata Nadia yang penuh binar harapan di hari itu seolah berputar kembali di dalam kepala kostnya yang sempit.
'Balang suruh' itu melambangkan pertemuan hati, melempar segala godaan dan keburukan agar mereka bisa menyatu. Tapi apa yang sudah dia lakukan? Dia justru mengundang keburukan dan perempuan lain masuk untuk menghancurkan pernikahan yang suci ini.
"Harusnya lemparan sirih itu mengikat hati kita selamanya, Nad," bisik Nayaka, suaranya tercekat di tenggorokan, tersumbat oleh rasa bersalah yang teramat masif.
Hot Chapters