BANGKITNYA ISTRI YANG TERTINDAS
ucapnya lirih, nada suaranya sarat akan kekecewaan.
"Di…" Amora menggoyangkan lengan sahabatnya dengan lembut, berusaha menarik perhatiannya. "Jangan marah, dong!" rayunya dengan nada memelas.
Dheanda kembali menatap Amora, meskipun matanya masih berkaca-kaca. "Aku nggak marah kok, Mo. Cuma sedikit kecewa," jawabnya jujur. "Aku pikir, persahabatan kita ini tulus. Aku nggak selicik itu kok, Mo. Aku berteman sama kamu apa adanya. Jadi, nggak mungkin aku manfaatin kamu hanya untuk memperoleh keuntungan pribadi," lanjut Dheanda memberikan penjelasannya dengan nada sungguh-sungguh.
Hot Chapters