Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dewa Pedang Tanah Pasundan

Dewa Pedang Tanah Pasundan

Kalau tadi tampak lelah dan sayu, maka sekarang tampak kejam dan penuh dendam. Lima Harimau Gunung juga dapat melihat hal tersebut. Mereka sebenarnya merasa sedikit heran, tapi hal itu hanya terjadi sekejap mata. Karena detik berikutnya, mereka sudah kembali ke sifat asalnya yang garang dan bengis. "Kakek tua, aku tanya sekali lagi, benarkah kau tidak mau menyerahkan buntalan itu?" tanya salah satu anggota Lima Harimau Gunung sambil menunjuk ke sebuah buntalan yang dibawa oleh si kakek.
104.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai dewan banteng
Baca
+Pustaka
DENDAM IBU TIRI

DENDAM IBU TIRI

bisik Della. "Della, tolong bawa keponakan kamu ini pergi. Acara ini hanya khusus untuk keluarga saja," usir Taher. "Kita akan terus diinjak-injak kalau di sini. Ayo, kita pergi!" ajak Della. Saat baru beberapa langkah, Mihran pun keluar. "Eliza!" panggil Mihran. "Eliza itu istriku juga. Jadi dia mempunyai kedudukan yang sama di keluarga ini," ucap Mihran lantang.
5.58.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 279 kali sebagai dewan banteng
Baca
+Pustaka
MENANTU SETENGAH DEWA

MENANTU SETENGAH DEWA

Hingga saat ini Kafka tidak pernah tahu kalau sebenarnya menantunya itu adalah manusia setengah Dewa, yang merupakan keturunan langsung dari Buana yang merupakan Dewa kehidupan. “Apa yang kalian cari dengan menyerang tambang ini? Kalian ingin menguasai tambang ini? Dasar manusia licik!” teriak Kafka dengan marah. Ternyata Kafka menduga kalau Hakya dan yang lainnya mengincar tambang itu untuk mereka jadikan mata pencaharian, padahal pembebasan. Padahal pembebasan tenaga kerja paksalah yang menjadi target Hakya.
9.888.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.7K kali sebagai dewan banteng
Baca
+Pustaka
Dendam Kuntilanak Merah

Dendam Kuntilanak Merah

Terburu-buru Menur mengangguk pamit, lantas berlalu mendekati Wati yang masih asyik menonton dangdutan di depan panggung pentas. Samin menarik kursi kayu mendekati Arman yang masih memerhatikan gerak-gerik Menur, lantas Samin duduk di situ. "Sudahlah, Bang Arman. Kita nikmati saja acara kita malam ini."
106.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 220 kali sebagai dewan banteng
Baca
+Pustaka
Dendam Sang Pewaris Leluhur

Dendam Sang Pewaris Leluhur

Di belakangnya, empat pria berjubah hitam mengikut, masing-masing memegang tongkat ritual dengan ujung logam menyerupai cakar. Arga langsung berdiri tegak, tubuhnya refleks merapatkan Ratna ke belakang. Darma berhenti tepat di depan ukiran singa yang memancarkan cahaya. Senyumnya melebar ketika melihat pendar biru semakin kuat saat Ratna dekat. “Kau memang pewaris yang terpilih. Singa Putih sudah mulai bangun.”
101.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai dewan banteng
Baca
+Pustaka
Legenda Dewa Bintang

Legenda Dewa Bintang

Dipertemuan terakhir tepat di Istana para berkumpulnya para Dewa. "Dewa Bintang kamu tahu kemampuan Kaisar Iblis sangat mengerikan, bahkan kita berdua harus bekerja sama untuk membunuhnya... Aku takut dia akan bangkit, dan kita tiak memiliki peluang untuk menang dari pertempuran dewa dan iblis selanjutnya... Karena itu, aku mendapat beberapa informasi tentang menembus ketahapan tertinggi. Dewa Bintang adalah Dewa terkuat tak tertandingi dalam bidang pertempuran, selain itu kejeniusanmu diluar nalar... Bagaimana dengan mempelajari kitab leluhur Dewa ini dan melatihnya?"
1031.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai dewan banteng
Baca
+Pustaka
Sistem Pewaris Terhebat

Sistem Pewaris Terhebat

Para penonton terdiam saat melihat satu per satu banteng memasuki kandang hingga hanya tersisa si pria bertopeng di tengah arena. “Apakah kalian melihat apa yang si Dewa Kemarin lakukan barusan? Dia memasukkan semua banteng ke dalam kandang sendirian tanpa kesulitan!” teriak si pembawa acara. Ia terdiam sesaat saat seseorang menghubunginya. Si pembawa acara melompat ke panggung lebih kecil. Lampu mengikuti pergerakannya di mana layar terus menampilkan sosoknya.
9.776.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.5K kali sebagai dewan banteng
Baca
+Pustaka
KEMBARAN DEWA PERANG

KEMBARAN DEWA PERANG

Dia tidak bisa bergerak, tangan dan kakinya terikat pada tiang penghukum dan tubuhnya terlilit rantai besi yang mengitarinya. Di depannya, di atas singgasana, duduk seorang tua yang rambutnya sudah memutih tapi tidak menghilangkan aura Wibawa dan kuasanya. Dia adalah Dewa Agung, Dewa Wilis pemimpin para dewa. Dengan tatapan fokus, tajam dan dingin dia melihat pria di hadapannya tersambar petir terus menerus tanpa rasa kasihan. Itu adalah sebagai hukuman atas kesalahannya yang di perbuat oleh pria itu.
101.6K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai dewan banteng
Baca
+Pustaka
Pendekar Tombak Matahari

Pendekar Tombak Matahari

Pria tua itu kemudian mengajak Gendon dan Banyulingga untuk pergi mengikuti jamuan malam. Banyulingga tidak menyangka jika hal ini bisa berjalan lancar meski tanpa persiapan. “Sandiwaramu bagus juga, Ndon,” bisik Banyulingga. “Ini bukan Sandiwara kok, suwerrr.” Banyulingga mengerutkan keningnya, tidak paham dengan ucapan Gendon. “Den Bagus memang puas telah membeli paman Mahasura. Gendon juga manusia paling ganteng nomer dua se-Majapura, bagian mana yang sandiwara coba?”
928.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai dewan banteng
Tampilkan Ulasan (25)
Baca
+Pustaka
Kebo Rawis
Ah, akhirnya menemukan salah satu mutiara terpendam GoodNovel yang bisa jadi alasan untuk mengisi ulang koin. Semoga sang penulis selalu sehat agar cerita ini lekas diselesaikan dan tidak membuat penasaran.
Rana Semitha
Regulasi GN yang baru membuat harga satu babnya menjadi 14 koin. Hal itu tidak disampaikan kepada para penulis sehingga banyak penulis yang tidak menyadari. Untuk para pembaca, bisa membaca mulai bab 65, di bab tersebut saya menulis cukup banyak kata hingga bab-bab berikutnya. Terima Kasih
Baca Semua Ulasan
Dokter Ajaib Dari Dunia Paralel

Dokter Ajaib Dari Dunia Paralel

Di dunia bawah Kota Teratai, bahkan di seluruh wilayah metropolitan, simbol banteng bermata satu adalah lambang kekuasaan absolut. Hanya ada satu token asli seperti itu di seluruh kota, dan token itu dulunya milik Don Sebastian Varela, pemimpin tertinggi organisasi Banteng Bermata Satu. Organisasi yang mengendalikan hampir semua aspek dunia gelap di wilayah ini. Dan kini token itu ada di tangan Peter Davis. Ninoy langsung membungkuk dalam, sudut tubuhnya hampir sembilan puluh derajat. Kedua stafnya mengikuti dengan gerakan yang sama, menundukkan kepala dengan rasa hormat yang luar biasa.
1045.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai dewan banteng
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status