Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Aku Juga Bisa Cantik, Nyonya.

Aku Juga Bisa Cantik, Nyonya.

Dia tidak akan menang. "Iya, Pak. Iya," putusnya kemudian. "Bagus. kamu harus tahu, Puspita. Aku tidak suka dibantah," pungkas Dana, sebelum akhirnya memutus panggilan sepihak. "Huh!" Puspita menggembungkan pipi. "Lingerie mana yang harus saya coba, Dian!" ucapnya, sambil mengembalikan ponsel milik Dian.
103.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 102 kali sebagai dia tidak
Baca
+Pustaka
Cintaku 100 Hari

Cintaku 100 Hari

dia tidak suka pemandangan yang sedang ia lihat. Bersambung
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai dia tidak
Baca
+Pustaka
AKU YANG KAYA DIA YANG SOMBONG

AKU YANG KAYA DIA YANG SOMBONG

Deg Duh mati gue kenapa si Duna pergi ke pesta itu segala sih! biasanya juga gak suka pergi ke pesta pesta gitu! dasar dia memang bisanya nyusahin aku aja! di tambah mamanya juga bikin tensi naik!huft! seandainya papaku itu om Bimbim pasti hidupku gak susah gini! kenapa aku gak tukar hidup aja sih sama si Dina!lagian aku yang cantik ini lebih pantas hidup mewah daripada Dina yang punya muka biasa biasa aja gitu! sebaaalll. "Yaniiiii lu di tanyain kok malah bengooongggggg!!" teriak Nia, aku sedikit terperanjat karena teriakannya.
1038.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 772 kali sebagai dia tidak
Baca
+Pustaka
Janji Setia

Janji Setia

Dia mulai pakai jaket tebal dan sepatu lengkap. “Semua bisa aku belikan tapi butuh waktu, kecuali buah naga. Tolong jangan mengada-ngada, ya, naga itu tidak ada apalagi buahnya.” Dayyan ceramah, tapi masih sempat mengecup kening Nuwa hingga wanita yang duduk di kursi roda itu menatapnya dengan tajam.
106.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 141 kali sebagai dia tidak
Baca
+Pustaka
My Hottest Man

My Hottest Man

Bagaimana mungkin dia bisa makan sementara sebentar lagi dia akan menuju gerbang penderitaan? "Beneran? Jangan sampai perut kamu kosong, hari ini seharian kamu bakal sibuk," ujar Niken seolah tak percaya apa yang Dania katakan. "Iya, Ma," sahut Dania singkat. Dia tidak ingin bicara dengan siapa pun termasuk ibunya. "Nak, boleh Mama bertanya sesuatu?"
9.9109.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.7K kali sebagai dia tidak
Tampilkan Ulasan (33)
Baca
+Pustaka
Yuli F. Riyadi
Halo semua.... Jangan lupa baca juga PESONA SERIES yang sekarang udah masuk seri ke-empat. 1. Pesona Teman Papa 2. Pesona Bos Galak 3. Pesona Istri Dadakan Sang Pewaris 4. Pesona Kekasih Rahasia Anak Asuh Presdir
Dedi Justtin
hy sy pembaca baru dicerita my hottest man ceritanya sungguh bgus cmn dsini di beri judul my hottest man knp endingnya mlah jdi sma alvin bukan sehrusnya dania happy ending dngan alex yg lbih ccok dngan jdul ceritanya???
Baca Semua Ulasan
Kakak Ipar Rasa Pacar

Kakak Ipar Rasa Pacar

" Renaldy kembali mengusung senyum mengembang mendengar jawaban Darren. "Syukurlah, aku sudah khawatir Nadia kenapa-napa. Tapi, kenapa dia nggak masuk kerja? Apa dia ada di apartemen?" "Nggak ada, Dy. Nadia semalam muntah-muntah, jangan-jangan kamu kasih makan aneh-aneh, ya, saat di cafe? Nadia itu tidak tawar sama beberapa makanan, pasti kamu nggak tanya dulu dia alergi apa. Iya 'kan?!" sentak Darren.
1016.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 367 kali sebagai dia tidak
Baca
+Pustaka
DIA BUKAN BAPAKKU

DIA BUKAN BAPAKKU

Dia masih sangat berharap, Nisma mau kembali lagi menjadi istrinya. Setelah mobil Tegar menjauh, Nisma melihat ke arah jalanan. Dia tak bisa memungkiri, masih ada rasa cinta untuk Tegar. Kalau saja Tegar bisa membela dirinya dari sang mertua, tentu mereka masih menjadi pasangan yang bahagia. ~~~~~~
915 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 35 kali sebagai dia tidak
Baca
+Pustaka
Dia

Dia

ucapan Lea terhenti ketika tiba-tiba laki-laki disampingnya itu berdiri cepat dan mengangkat nampan untuk pergi. "---ri..." lanjut Lea sambil memandang kepergian laki-laki itu. Terdengar helaan napas dari arah lain membuat Lea memutar kepalanya. Gadis itu memandang kedua temannya heran. "Dia kenapa, sih?" Lea mengarahkan ibu jari ke arah belakang tubuhnya. Tita dan Riri menggeleng. "Ngga tau. Tadi kita sapa juga diam aja. Kita ajak ngomong malah bilangnya, "Bisa diem?"" terang Tita mengikuti nada bicara laki-laki judes yang tadi ia ajak bicara.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 74 kali sebagai dia tidak
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status