TAK INGIN BERCERAI
ucap Dilla.
“Oh, dia bukan anak kami,” sahut mas Galih cepat.
“Lalu? Kalian mengadopsi untuk pancingan?” Dilla melihatku dan mas Galih bergantian.
“Bukan. Ah, gak penting, panjang ceritanya,” kata mas Galih.
“Oke, sebentar ya cantik, biar tante ambilin es krimnya,” kata Dilla seraya berdiri dari duduknya.