ISTRI KONTRAK UNTUK TUNANGAN KAKAKKU
Deringnya terus berbunyi, mengisi keheningan di antara kami.
Akhirnya, dengan tangan gemetar, aku tekan tombol “terima”.
“Hallo?” suaraku bergetar.
Di seberang sana, tak ada suara. Hanya napas. Pelan… berat… dan terasa dekat.
Lalu sebuah suara, mirip dengan suaraku sendiri, membisik:
“Kamu diambil dari aku, Alia… dan aku mau kembali.”
Sambungan langsung terputus.